Saturday, June 22, 2024
HomeBatamTerancam Jadi Bodong, 43,7 Persen Kendaraan Belum Didaftarkan Ulang

Terancam Jadi Bodong, 43,7 Persen Kendaraan Belum Didaftarkan Ulang

berita4.id, JAKARTA – Pemilik kendaraan diharapkan bisa lebih taat terhadap membayar pajak. Sebab, kali ini ada ancaman serius bagi penunggak pajak kendaraan. Ancaman itu berupa kendaraan menjadi bodong.

Oleh karena itu, Tim Pembina Samsat Nasional terus mematangkan berbagai aspek pendukung terkait implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pasal 74 tentang penghapusan data registrasi kendaraan bermotor bagi penunggak pajak dua tahun setelah masa berlaku STNK.

Selain mempersiapkan hal-hal teknis, Jasa Raharja, Kemendagri, dan Korlantas Polri juga gencar melakukan sosialisasi dan diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah pengamat, media massa, serta pemangku kebijakan lainnya.

“Tingkat kepatuhan masyarakat sampai dengan Desember 2022 sebesar 56,24 persen. Artinya, masih ada sekitar 43,76 persen masyarakat yang belum mendaftarkan ulang kendaraannya, dengan potensi penerimaan pajak lebih dari Rp 120 triliun,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, saat menggelar FGD implementasi pasal 74 UU Nomor 22 Tahun 2009 bersama Tim Pembina Samsat se-Jawa, di Jakarta, Kamis (26/1).

Rivan mengatakan, sejak beberapa bulan lalu Pemerintah Daerah telah memberikan relaksasi penghapusan denda pajak dan menggratiskan biaya BBNKB atas kepemilikan kedua. Dari hasil evaluasi hingga Desember 2022, ada peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sebesar 58,78 persen.

“Periode relaksasi memberikan pertumbuhan transaksi lebih tinggi dibanding penerimaan selama satu tahun,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil konsinyering, lanjut Rivan, implementasi Pasal 74 UU 22/2009 akan dilaksanakan mulai tahun 2023. Untuk itu, dibutuhkan roadmap lanjutan terkait implementasinya. “Tentu diperlukan juga penataan data yang baik melalui penerapan single data,” ujarnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menyampaikan, pihaknya akan fokus dalam memaksimalkan kevalidan data pemilik kendaraan bermotor. Baginya, data yang valid bukan saja penting bagi Polri, tetapi juga juga bisa dimafaatkan untuk lembaga lain.

RELATED ARTICLES
spot_img

Most Popular

terkini

BP Batam Terus Lakukan Pendekatan ke Warga Rempang yang Menolak Relokasi

0
berita4.id, BATAM-Sebagian kecil masyarakat Rempang masih melakukan upaya penolakan pengembangan Rempang Eco City. Penolakan tersebut, dilaksanakan dalam berbagai kegiatan diberbagai lokasi di Pulau Rempang....

Kepala BP Batam Sambut Peserta Kejurnas Road Race and Mountain Bike...

0
berita4.id, BATAM-Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi hadiri welcome dinner untuk menyambut para peserta Kejurnas Road Race and Mountain Bike 2024 pada...

Lihat Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan,Ini Caranya

0
berita4.id, BATAM- Setelah melalui tahapan pendaftaran, kini sudah mulai saatnya bagi anda yang mendafar di sekolah kedinasan untuk melihat asil seleksinya. Jika nama anda...

Semarak Idul Adha 1445 H, BP Batam Gelar Pemotongan Hewan Kurban

0
berita4.id, BATAM-Masih dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) menggelar pemotongan...

Kepala BP Batam dan Ketua Umum PIKORI BP Batam Serahkan 6...

0
Berita4.id, BATAM - Selepas shalat berjamaah Idul Adha bersama masyarakat Kota Batam, Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan secara simbolis hewan qurban, pada...
- Advertisment -