Saturday, June 22, 2024
HomeKepriKebutuhan Anggaran di APBD P Kepri  Tahun 2022 Rp3,828 Triliun

Kebutuhan Anggaran di APBD P Kepri  Tahun 2022 Rp3,828 Triliun

berita4.id, TANJUNGPINANG– Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Kepri Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2022 pada Rapat Paripurna DPRD Kepri di Ruang Rapat Sidang Utama Balairung Raja Khalid DPRD Provinsi Kepri, Senin (15/08).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak didampingi Wakil Ketua I Rizki Faisal dan Wakil Ketua III Tengku Afrizal Dahlan serta dihadiri 22 orang anggota DPRD Kepri, Forkopimda Kepri atau yang mewakili, Pimpinan Instansi Vertikal atau yang mewakili, Para Asisten, Staf Ahli, dan Kepala OPD Pemprov Kepri.

Gubernur Ansar dalam pidatonya menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan APBD, dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp3,828 triliun merupakan perumusan empat prioritas pembangunan daerah yang akan dicapai melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan serta pokok-pokok pikiran DPRD.

Baca Juga: BPN Kepri Serahkan 10 Sertifikat Lahan Pembangunan Jembatan Babin ke Pemprov Kepri

“Keempat prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam Pergub Kepri No. 53 tahun 2022 mengenai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan tersebut antara lain Pembangunan manusia yang berkualitas, unggul dan berbudaya, peningkatan kesejahteraan ekonomi yang merata, pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang optimal” ujar Gubernur Ansar.

Menurut Gubernur, sesuai ketentuan PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 161 ayat (2) yang menyatakan bahwa Perubahan APBD dapat dilakukan bila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan, dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan SILPA tahun anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan, keadaan darurat, dan/ atau keadaan luar biasa.

“Berikutnya kami sampaikan perubahan proyeksi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah Provinsi Kepulauan Riau pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 yaituPendapatan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp2,498 miliar dari semula sebesar Rp3,480 triliun menjadi Rp3,477 triliun” papar Gubernur Ansar.

RELATED ARTICLES
spot_img

Most Popular

terkini

BP Batam Terus Lakukan Pendekatan ke Warga Rempang yang Menolak Relokasi

0
berita4.id, BATAM-Sebagian kecil masyarakat Rempang masih melakukan upaya penolakan pengembangan Rempang Eco City. Penolakan tersebut, dilaksanakan dalam berbagai kegiatan diberbagai lokasi di Pulau Rempang....

Kepala BP Batam Sambut Peserta Kejurnas Road Race and Mountain Bike...

0
berita4.id, BATAM-Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi hadiri welcome dinner untuk menyambut para peserta Kejurnas Road Race and Mountain Bike 2024 pada...

Lihat Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan,Ini Caranya

0
berita4.id, BATAM- Setelah melalui tahapan pendaftaran, kini sudah mulai saatnya bagi anda yang mendafar di sekolah kedinasan untuk melihat asil seleksinya. Jika nama anda...

Semarak Idul Adha 1445 H, BP Batam Gelar Pemotongan Hewan Kurban

0
berita4.id, BATAM-Masih dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) menggelar pemotongan...

Kepala BP Batam dan Ketua Umum PIKORI BP Batam Serahkan 6...

0
Berita4.id, BATAM - Selepas shalat berjamaah Idul Adha bersama masyarakat Kota Batam, Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan secara simbolis hewan qurban, pada...
- Advertisment -