Thursday, June 13, 2024
HomeBisnisBank Indonesia Launching Pasar SIAP QRIS di Karimun

Bank Indonesia Launching Pasar SIAP QRIS di Karimun

berita4.id, KARIMUN – Arus digitalisasi masuk begitu deras ke Indonesia, termasuk ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Revolusi digital dalam satu dekade terakhir mengubah secara drastis perilaku transaksi pelaku ekonomi.

Hampir seluruh perangkat yang dimiliki pada saat ini terhubung dengan dunia digital. Pola konsumsi pun bergeser ke belanja dalam platform digital atau belanja online. Hal tersebut tentunya menuntut layanan keuangan yang serba cepat, mudah, murah, dan aman.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, digitalisasi membuka lebar pintu peluang inklusi ekonomi dan keuangan bagi seluruh masyarakat, termasuk segmen masyarakat unbanked dan UMKM. Arus digitalisasi tersebut diperkirakan akan semakin menguat di masa depan.

Menghadapi fenomena digitalisasi tersebut, Bank Indonesia melalui visi dan misinya dalam pengembangan sistem pembayaran digital, diharapkan dapat membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi.

“Pemanfaatan digitalisasi termasuk di dalamnya adalah penggunaan instrumen non tunai yang semula hanya terbatas pada hotel, pusat perbelanjaan modern dan restoran besar kini mulai digunakan oleh UMKM termasuk pedagang di pasar tradisional,” ujarnya saat Launching Pasar SIAP QRIS dan Seremonial Penyerahan PSBI di Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Kamis (21/7) dalam rilis yang diterima redaksi berita4.id.

Ia melanjutkan, setelah mencapai target 12 juta merchant QRIS secara nasional, pada tahun ini, Bank Indonesia menargetkan 15 juta pengguna baru QRIS untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Khusus untuk Kepri ditargetkan sebesar 102 ribu pengguna baru QRIS.

Oleh karena itu, merchant atau pedagang memiliki peran penting untuk mencapai target tersebut. Semakin banyak jumlah pedagang yang memiliki QRIS, tentu akan semakin mendorong masyarakat untuk bertransaksi menggunakan QRIS dan mendukung percepatan ekosistem digital.

Dimana, sampai akhir Juni 2022, jumlah merchant QRIS di Kepri mencapai 393.054 merchant atau meningkat 469 persen (yoy). Sementara itu, hingga saat ini telah terdapat 8.536 merchant QRIS di Kabupaten Tanjungbalai Karimun atau meningkat 378 persen (yoy).

“Hal ini menjadikan Karimun sebagai daerah dengan jumlah merchant terbanyak ketiga di Kepri setelah Kota Batam dan Tanjungpinang,” tuturnya.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara digital, QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM.

RELATED ARTICLES
spot_img

Most Popular

terkini

Update Rempang Eco-City, Jumlah Warga Tempati Hunian Sementara Terus Bertambah

0
berita4.id, BATAM - Jumlah warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City yang telah menempati hunian sementara terus bertambah menjadi 103 Kepala Keluarga (KK), Senin (10/6/2024). Terbaru, BP...

Deputi Kemenko Polhukam Optimis Rampung Sesuai Dengan Target

0
berita4.id, BATAM-Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Sugeng Purnomo optimis proyek pembangunan hunian baru untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang...

Ikut Bertanggungjawab Jaga Lingkungan, HKBP Tolak Tawaran Izin Kelola Tambang

0
berita4.id, JAKARTA- Rencana presidan RI Joko Widodo yang menawarkan izin pengelolaan tambang ke ormas keagamaan mendapat penolakan. Salah satu penolakan dilakukan oleh Huria Kristen...

38 Pegawai BP Batam Ikuti Pelatihan Teknis SMKU 2024

0
berita4.id, BATAM - Sebanyak 38 pegawai BP Batam mengikuti kegiatan pelatihan Teknis Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) Tahun 2024 di Gedung IT, Batam Center,...

Penerima Konsesi Merupakan Subjek Pajak yang Wajib Memenuhi Kewajiban Pembayaran Pajak...

0
berita4.id, BATAM - Badan Pengusahan Batam (BP Batam) menanggapi pemberitaan yang muncul berkaitan dengan keterangan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang menyatakan dalam Hak...
- Advertisment -